Viral! Wartawan Detik Diduga Jadi Korban Intimidasi Massa Aksi 211, Dimarahi Wanita Seperti Ini

0
24 views

Viral! Wartawan Detik Diduga Jadi Korban Intimidasi Massa Aksi 211, Dimarahi Wanita Seperti Ini

Majunkri – SEORANG jurnalis dari salah satu media terkemuka di Indonesia diduga mengalami intimidasi saat meliput Aksi 211, Jumat (2/11/2018).

Dugaan intimidasi terhadap wartawan tersebut viral di media sosial seperti YouTube, Instagram dan pesan berantai aplikasi WhatsApp.

Dugaan intimidasi berawal saat yang bersangkutan berusaha untuk memfoto sampah-sampah yang bertebaran di lokasi aksi, tepatnya di sekitar Patung Kuda, Monas, Jakarta.

Rupanya, tindakan tersebut dipergoki oleh seorang wanita yang merupakan peserta Aksi 211.

Wanita yang memakai pakaian berwarna hitam dengan kerudung abu-abu itu kemudian mempertanyakan tindakan sang wartawan.

“Sampah difoto buat apa?” Ujar wanita tersebut sambil menunjukkan box makanan kepada rekannya yang duduk di bawah tenda.

Peserta Aksi 211 lainnya lalu meminta agar wartawan itu menghapus foto sampah yang telah diperolehnya.

“Udah Bu, udah saya hapus,” wartawan menjawab permintaan itu.

“Wartawan Detik ya? Tanya seorang pria.

“Iya Bu, iya Pak,” jawab wartawan.

“Detik atau cebong?” Sang pria bertanya kembali.

“Bukan bang,” jawab wartawan lagi.

“Sampah difoto buat diapain? Kami nanti ada pembersihan. Ini mau digoreng ya? Abang (ini) tukang gorengan atau wartawan?” Demikian seorang pria menginterogasi wartawan yang bersangkutan.

“Ini nggak perlu difoto sayang! Kalau mau foto, itu yang orasi difoto! Kalau anda orang media, bukan sampah yang anda jadikan bahan informasi. Nggak perlu lah sampah dikorek-korek, difoto! Hati-hati loh! Sampah jadi masalah!” Ucap wanita yang memergoki.

“Iya Bu, maaf Bu!” jawab wartawan.

Berdasarkan unggahan akun Instagram @jasmevisback sekitar 12 jam yang lalu, wartawan yang diduga diintimidasi tersebut bernama Rolando Fransiscus.

Ia merupakan wartawan Detik.com

Hal ini terungkap melalui unggahan foto kartu pers dan KTP yang bersangkutan.

Warta Kota telah berusaha menghubungi kedua belah pihak, namun hingga berita ini ditulis belum ada respon sama sekali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here