Rocky Gerung Beberkan Motifnya Mengkritik: Pemerintah Itu Ditakdirkan untuk Dikritik

0
22 views

Rocky Gerung Beberkan Motifnya Mengkritik: Pemerintah Itu Ditakdirkan untuk Dikritik

Majunkri – Rocky Gerung beberkan motifnya mengkritik pemerintah.

Hal tersebut disampaikan oleh Rocky Gerung di acara E-Talkshow Tv One yang dipandu oleh Wahyu Muryadi, Jumat (9/11/2018).

Diketahui, Rocky memang kerap melontarkan kritik terhadap pemerintah.

Dalam kesempatannya tampil di acara televisi, media massa maupun di media sosial, Rocky sering memberikan kritikan pedas.

Oleh karenanya, Wahyu Muryadi melontarkan pertanyaan kepada Rocky Gerung.

Apakah motif dari Rocky Gerung yang kerap memberikan kritik kepada pemerintah?

Menanggapi hal tersebut, Rocky pun tak segan-segan membeberkan alasannya.

Menurutnya, pemerintah memang ditakdirkan untuk dikritik.

Dan kritik itu adalah niscaya dalam politik.

“Pemerintah itu ditakdirkan untuk dikritik,” kata Rocky.

Karena kekuasan itu cenderung absolut.”

“Oleh karena itu kritik adalah permanen dalam politik.”

“Hakikat kekuasaan harus terus dikritik kalau bisa 27 jam sehari.”

“Dan yang dikritik harus bagaimana?,” tanya Wahyu Muryadi.

“Yang dikritik itu kalau dia gak tahan dikritik ya kupingnya saja di tutup.”

“Bukan menutup mulut orang yang dikritik.”

“Jadi kalau Anda tidak tahan dikritik silahkan tutup kuping, bukan tutup mulut si pengkritik,” kata Rocky.

Hobby debat

Wahyu Muryadi juga menyinggung perihal kebiasaan Rocky yang gemar berdebat.

Menanggapi hal itu, Rocky menyebut jika berdebat hanyalah pertukaran pikiran biasa.

Debat itu, tukar tambah pikiran saja.”

“Kan hidup kita hanya dihasilkan melalui perdebatan di dalam politik.”

“Tanpa perdebatan tak ada politik.”

“Politik dari awal adalah tukar tambah pikiran.”

“Kalau kita tidak berdebat, maka kita asuransikan nasib politk kita pada orang yang bakal mengatur seluruh hidup Anda dan Anda tidak punya kesempatan untuk menagih dari dia kebaikan sekecil apapun.”

“Maka dia harus didebat terus,” kata Rocky.

Rocky juga mengatakan bahwa perdebatannya selalu berlangsung di wilayah publik.

“Dan debat itu harus berlangsung di wilayah publik.”

“Saya memberi kritik pada kekuasan yang merupakan urusan publik.”

“Kalau saya bikin salah itu urusan privat saya, jadi saya memberi kritik pada urusan publik, hanya itu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here