Pelaku Membacok Firda Maisura Karena Faktor Sakit Hati

0
169 views

Pelaku Membacok Firda Maisura Karena Faktor Sakit Hati

Majunkri – Polisi berhasil mengungkap dan menangkap pelaku keji pembacokan terhadap Firda Maisura (18) warga Cot Buket, Peusangan, Bireuen yang terjadi Senin malam (28/5/2018). Pelaku ternyata adalah pacar korban bernama Aulia.

“Pelaku sakit hati, diduga korban selingkuh, dan korban juga meminta tanggungjawab untuk dinikahi karena pengakuan korban dia hamil,” kata Riski, Selasa (29/5/2018).

Malam itu, kata Riski, pelaku menghubungi korban dan menyuruhnya untuk datang ke rumah orang tua pelaku, di Gampong Pante Gajah, Peusangan, Bireuen.

Di sana, pelaku melakukan aksi kejinya itu. Usai membacok Firda, pelaku lantas membawanya menggunakan sepeda motor Honda Beat milik korban ke Bendungan PP, Gampong Beunyot, Kecamatan Juli, Bireuen, dan meninggalkannya di sana.

Sampai akhirnya korban yang bersimbah darah, berjalan sejauh 100 meter dan bertemu dua orang warga untuk meminta pertolongan. Firda pun langsung dibawa ke puskesmas, dan kemudian dirujuk ke rumah sakit.

Riski mengatakan, pelaku sempat ingin mengelabui petugas dengan datang ke rumah sakit untuk menjenguk Firda. Bahkan dia lah yang pertama datang ke rumah sakit.

“Awalnya pelaku tidak mengakui, tapi polisi terus melakukan penyelidikan dan pendalaman,” kata Riski.

Riski memimpin langsung operasi pengungkapan terhadap pelaku pembacokan tersebut. Hingga akhirnya petugas menemukan sepeda motor korban terparkir di depan  MAN Peusangan. Sepeda motor itu penuh dengan bercak darah, dan diprediksi ditinggalkan karna kehabisan bahan bakar.

“Selanjutnya tim identifikasi mengambil  sidik jari yang terdapat di sepeda motor dan melakukan perbandingan dengan sidik jari saudara Aulia,” kata Riski.

“Dari hasil perbandingan sidik jari selanjutnya dilakukan introgasi kembali secara mendalam dan pada saat diintrogsi, dibelakang daun telinga sebelah kanan dan jari tangan aulia serta baju koko yang dipakainya  ditemukan bercak darah.”

Tapi pelaku belum mengakui perbuatannya. Sampai akhirnya petugas melakukan penggeledahan di rumah orang tua pelaku. Petugas menemukan sebilah parang yang berbercak darah.

“Akhirnya pelaku mengakui perbuatannya,” kata Riski.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here