Julianne Hough Alami Endometriosis, Pengaruhi Kehidupan Seksnya

0
19 views

Julianne Hough Alami Endometriosis, Pengaruhi Kehidupan Seksnya

Majunkri – Satu dari 10 wanita usia reproduksi menderita endometriosis, menurut American College of Obstetricians and Gynaecologists (ACOG). Hal ini juga dialami Aktris dan penari Julianne Hough. Ia sempat merahasiakan kondisinya demi profesionalitas.

Mengutip laman Womens Health, Julianne Hough mengalami gejala endometriosis sejak usia 15 tahun. Saat itu ia tidak berpikir untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan. “Saat itu saya pikir ini rasanya menjadi seorang gadis dengan menstruasi yang buruk,” ujarnya. Dia merasa hanya harus melewati rasa sakitnya itu.

Direktur layanan kesuburan, dan profesor ilmu kebidanan, ginekologi, dan ilmu reproduksi di UC San Diego Health, Sanjay Agarwal menjelaskan endometriosis salah satu kondisi paling umum yang memengaruhi wanita muda. “Wanita bisa menderita kesakitan selama 10 tahun sebelum berkonsultasi dengan dokter,” ujarnya.

Kondisi ini terjadi ketika jaringan yang biasanya melapisi rahim — endometrium — tumbuh di luar rahim, di tempat-tempat seperti ovarium, saluran tuba, dan bahkan kandung kemih dan dubur. Pertumbuhan jaringan yang berlebihan ini paling sering menyebabkan nyeri panggul kronis jangka panjang. Rasa sakit biasanya muncul di sekitar menstruasi, tetapi bisa juga memburuk dengan buang air besar dan aktivitas seksual.

Kram yang menyiksa seperti kontraksi yang intens akhirnya membawa Julianne Hough konsultasi ke dokter untuk didiagnosis. Kram itu bahkan membuatnya sampai dibawa ke UGD sebuah rumah sakit saat syuting Dancing With The Stars. Tak hanya kram, Julianne Hough mengatakan endometriosis mempengaruhi kehidupan seksnya.

Menurut Agarwal mengatakan rasa sakit saat berhubungan intim adalah masalah utama di antara pasiennya. “Ini dapat menyebabkan rasa sakit dengan penetrasi, sehingga wanita tidak akan melakukan hubungan seksual atau mereka akan menghentikannya lebih awal karena rasa sakit,” kata Agarwal. “Nyeri jangka panjang dapat memiliki konsekuensi psikologis seperti depresi, kecemasan, atau masalah emosional lainnya.” Agarwal menyarankan terapi fisik panggul atau mencari bantuan psikologis bila perlu untuk melewati hambatan non-fisik.

Sekarang, Julianne Hough belajar mendengarkan tubuhnya sepanjang hari. “Tubuh saya sangat berharga bagi saya, saya tidak berpikir seperti itu sebelumnya,” kata Julianne. “Jika aku tidak ingin berolahraga hari itu, maka aku tidak akan melakukannya. Jika aku ingin tidur, maka aku akan melakukannya.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here