Jawaban Mahfud MD saat Ditanya Kesediaannya jika Dipinang oleh Prabowo

0
81 views

Jawaban Mahfud MD saat Ditanya Kesediaannya jika Dipinang oleh Prabowo

Majunkri – Nama Mahfud MD semakin santer diisukan sebagai calon wakil presiden (cawapres).

Sebelumnya, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini juga pernah memberikan pernyataan jika dirinya tidak ingin menjadi cawapres, bukan tidak bersedia.

Kini, salah seorang netizen dengan akun @IRHam92MA menanyakan kesediaannya jika dipinang oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

“Pagi pak mahfud, semoga sehat selalu dan dlm lindungan Allah SWT.

Mau tanya pak, bapak klo di pinang oleh pak Prabowo, apa yang akan bapak jawab?”

Menanggapi pertanyaan netizen soal pinangannya, melalui akun Twitter pribadinya @mohmahfudmd, dirinya mengatakan:

“Nanti jawabannya, saya sampaikan langsung kalau sudah dipinang.

Kalau menjawab kepada Anda rasanya kurang tepat.”

Dikabarkan sebelumnya, Mahfud MD pernah menuliskan klarifikasi terkait isu yang beredar.

“Pagi ini terasa segar mendengar kicau burung di rumah Yogya. Di medsos ramai cuat-cuit tentang kesediaan saya menjadi cawapres seperti banyak diberitakan kemarin sore.

Sebenarnya jawaban saya tentang pencawapresan sama dengan jawaban-jawaban sebelumnya tapi entah mengapa yang sekarang jadi viral.

Kemarin siang saya ada pertemuan BPIP dengan Pimpinan MPR. Di depan pintu dicegat dengan pertanyaan, apakah sy bersedia menjadi cawapres seperti yang muncul di dalam radar analisis dan survai-survai.

Jawaban saya konsisten yakni “Saya tidak ingin tetapi bukan tidak bersedia jadi cawapres”

Saya tidak pernah menawarkan diri untuk menjadi cawapres, misalnya, tidak memasang baliho, tidak meminta dimasukkan ke dalam survai, bahkan tidak melobi kepada parpol.

Itu artinya saya tidak ingin. Tetapi tidak ingin bukan berarti tidak mau. Kalau mengatakan tidak mau itu sombong.

Ketika ditanya pers, bagaimana sikap saya dengan masuknya nama saya ke bursa cawapres untuk mendampingi Pak Jokowi maka saya jawab, “Alhadulillah dan terimakasih, nama sy masuk. Berarti demokrasi makin maju sebab di luar opini dan survai mainstream masih bisa muncul nama lain.

Maksud saya kita perlu bersyukur.

Meski banyak dikritik demokrasi pasca reformasi sudah ada kemajuan yakni bisa memunculkan capres-cawapres dari bawah.

Sebelm reformasi tak mungkin ada calon muncul dari bawah dan tak ada angka-angka survai karena calon dan pemenangnya sudah direkayasa.

Ketika ditanya pers, apa sdh ada komunikasi dgn parpol-parpol maka saya jawab, ya, sdh ada komunikasi informal.

Istilahnya saling bergurau melempar bola politik untuk coba2. Komunikasi formal tidak ada.

Apa saya bersedia jd cawapres?. Jawaban saya tetap, “saya tidak ingin tapi bukan tidak mau”.

Atas jawaban “tidak ingin tapi tak mau” itu ada wartawan yang menyeletuk, “Kok jawabannya bersayap, artinya bersedia, kan?”.

Mau menjawab bagaimana lagi? Itulah sikap saya. “Kalau bilang ingin saya bisa dinilai tak tahu diri tapi kalau bilang tidak mau bisa dinilai sombong dan tak nasionalis”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here