Fahri Hamzah Sebut Pengadangan Neno Warisman Kepanikan Petahana dan Lebih Parah dari Rezim Diktator

0
86 views

Fahri Hamzah Sebut Pengadangan Neno Warisman Kepanikan Petahana dan Lebih Parah dari Rezim Diktator

Majunkri – Fahri Hamzah, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI langsung memberi tanggapan mengenai kejadian penghadangan Neno Warisman di Pekanbaru, Sabtu (25/8/2018) sore.

Bahkan, Fahri Hamzah yang saat ini tengah berada di Jeddah, Arab Saudi ini pun menanggapi secara langsung lewat akun Facebook FahriHamzahPage, pada Minggu (26/8/2018).

Menurutnya, kejadian yang menimpa Neno Warisman ini sebagai salah satu kepanikan dari pihak petahana yang takut kehilangan dukungan karena adanya gerakan #2019GantiPresiden.

Bahkan Fahri Hamzah mengatakan apa yang dilakukan aparat ini telah mempertunjukkan ‘kedunguan’ dalam mengelola perbedaan pendapat yang terjadi di kehidupan demokrasi Indonesia.

“Apa yang dilakukan aparat kepada Ibu Neno Warisman adalah satu pertunjukan kedunguan, dalam cara mengelola perbedaan-perbedaan pendapat dan aspirasi di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Fahri Hamzah.

“Aparat telah terjebak membawa pesan pemerintah yang kita sebut sebagai incumbent, yang takut kehilangan dukungan oleh gerakan yang dibuat dan digagagas oleh Ibu Neno,” lanjutnya.

Fahri Hamzah menilai jika insiden yang menimpa Neno di Pekanbaru itu lebih parah dibandingkan yang sudah terjadi di rezim diktator.

Pasalnya, untuk menghadapi Neno Warisman harus mengerahkan seluruh aparatur negara hanya untuk menggagalkan sebuah acara.

“Masa melawan Ibu Neno saja mesti menggunakan seluruh perangkat aparatur negara untuk menggagalkan sebuah acara. Rezim diktator pun tidak seperti ini cara kerjanya,” ujar Fahri Hamzah tegas.

“Dan ini satu ‘kedunguan’ yang memalukan, dan satu set back dalam mengelola perbedaan pendapat dan kebhinnekaan dalam suatu masyarakat,” lanjutnya.

Bahkan apabila hal tersebut masih terus terjadi, negara akan dalam bahaya, pasalnya pemerintah tak mampu membawa diri dalam ruang lingkup arus yang berbeda.

“Kalau ini adalah pertanda dari kegagalan mengelola negara, maka kita ada dalam bahaya, karena pemerintah takut sekali dalam arus yang berbeda,” lanjutnya.

Fahri Hamzah juga menyebut seharusnya kalau tak setuju dengan #2019GantiPresiden, bukan dengan cara penghadangan di bandara.

Seperti mempublikasikan tagar lain sebagai tandingan.

Padahal, menurut Fahri Hamzah yang dilakukan aktivis #2019GantiPresiden Neno Warisman di Pekanbaru yang akan menggelar acara ini bukan sesuatu yang ilegal, hanya sekedar menyampaikan opini.

Dan juga bukan bagian dari kampanye.

Penghadangan ini juga menurutnya sudah mencederai negara demokrasi.

Fahri Hamzah pun mempertanyakan kenapa adanya gerakan yang mendukung pemerintah tak ada gangguan sama sekali.

Sementara ketika adanya gerakan yang menggelitik pemerintah justru langsung dijadikan sebagai gangguan.

Aparat pun harus mengedepankan netralitas dalam menghadapi serangkaian peristiwa jelang Pilpres 2019 mendatang.

Bahkan Fahri Hamzah Fahri Hamzah juga mengingatkan Presiden Jokowi untuk tak menutup mata soal kejadian ini.

Ia meminta agar Jokowi menonton video penghadangaan Neno Warisman oleh massa di Pekanbaru.

Tak hanya meminta Jokowi untuk menonton video tersebut, Fahri Hamzah pun lantas mengajukan pertanyaan singkat kepada presiden RI itu.

Waduh…
Oi pak @jokowi tonton ini…
Ini negara punya siapa pak?
Kok jadi gini?

cuitan Fahri Hamzah
cuitan Fahri Hamzah (Twitter)

Aktivis #2019GantiPresiden, Neno Warisman dihadang massa saat baru mendarat di Bandara Pekanbaru, Sabtu sore (25/8/2018).

Ia dihadang ratusan massa di depan Gerbang Bandara Shultan Syarid Kasim (SSK) II Pekanbaru.

Diketahui Neno Warisman berada di dalam mobil BMW dengan nomor polisi D 1352 AFK.

Neno Warisman tertahan selama sekitar 6 jam di sana, dan dikawal ratusan aparat bersenjata lengkap.

Di media sosial beredar video Neno Warisman ceritakan kronologi dirinya ditahan di bandara.

Di video itu, Neno Warisman menceritakan kronologi dirinya diadang oleh massa.

Bahkan Fahri Hamzah Fahri Hamzah juga mengingatkan Presiden Jokowi untuk tak menutup mata soal kejadian ini.

Ia meminta agar Jokowi menonton video penghadangaan Neno Warisman oleh massa di Pekanbaru.

Tak hanya meminta Jokowi untuk menonton video tersebut, Fahri Hamzah pun lantas mengajukan pertanyaan singkat kepada presiden RI itu.

Waduh…
Oi pak @jokowi tonton ini…
Ini negara punya siapa pak?
Kok jadi gini?

cuitan Fahri Hamzah
cuitan Fahri Hamzah (Twitter)

Aktivis #2019GantiPresiden, Neno Warisman dihadang massa saat baru mendarat di Bandara Pekanbaru, Sabtu sore (25/8/2018).

Ia dihadang ratusan massa di depan Gerbang Bandara Shultan Syarid Kasim (SSK) II Pekanbaru.

Diketahui Neno Warisman berada di dalam mobil BMW dengan nomor polisi D 1352 AFK.

Neno Warisman tertahan selama sekitar 6 jam di sana, dan dikawal ratusan aparat bersenjata lengkap.

Di media sosial beredar video Neno Warisman ceritakan kronologi dirinya ditahan di bandara.

Di video itu, Neno Warisman menceritakan kronologi dirinya diadang oleh massa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here