Dua Jenazah yang Sudah Diserahkan ke Keluarga Masih di RS Polri

0
64 views

Dua Jenazah yang Sudah Diserahkan ke Keluarga Masih di RS Polri

Majunkri – Pihak Rumah Sakit Polri dan Lion Air telah menyerahkan tiga jenazah korban pesawat Lion PK-LQP yang telah berhasil diidentivikasi.

Kabagyan Infodok Divisi Humas Polri Kombes Pol Sulistyo Pudjo menyebutkan penyerahan telah dilakukan pada Jumat (3/11/2018) malam.

Penyerahan Hizkia Jorry Saroinsong dan Candra Kirana telah dilakukan lebih dulu dan yang terakhir diserahkan adalah jenazah Monni.

“Tiga peti penumpang Lion Air pertama atas nama saudara Candra Kirana dan saudara Hizkia 23 tahun, dan Saudari Monni diserahkan terakhir kepada keluarga,” ungkap Pudjo saat ditemui di RS Polri, Jakarta Timur, Sabtu (3/11/2018).

Jenazah Hizkia sudah diambil oleh kelurga, sedangkan dua jenazah lainnya Candra Kirana dan Monni baru akan dibawa pulang oleh keluarga siang ini.

“Candra dijadwalkan akan diambil keluarga pada pukul 13.00, Monnie juga siang ini kan tergantung kesiapan keluarga,” papar Pudjo.

Sebelumnya, Kepala Rumah Sakit RS Polri Kramat Jati, Kombes Pol. Musyafak menjelaskan ketiga bagian tubuh korban Lion Air PK-LQP yang teridentifikasi tersebut.

1. Candra Kirana (laki-laki/29 tahun)

Teridentifikasi dengan nomor postmortem 008 dari kantong jenazah dvi 002/lion tj.priok/002a dan nomor antemortem 023.

Bagian tubuh korban, dikatakan Musyafak, teridentifikasi setelah ada data postmortem berupa sepatu putih di sebelah kanan kaki korban.

Setelah dicocokkan dengan foto dari CCTV dan foto saat korban di Bali, benar bahwa bagian tubuh tersebut persis teridentifikasi atas nama dengan data post,” kata Musyafak di RS Polri, Jumat (2/10/2018).

Candra Kirana sendiri beralamat di Pasar Bhayangkara, RT 003 RW 08, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Pali, Sumatera Selatan.

2. Monni  (perempuan/41 tahun)

Bagian tubuh korban yang kedua, dikatakan Musyafak, teridentifikasi setelah ada data postmortem berupa tato bergambar bunga di punggung sebelah kanan bagian tubuh korban.

Adapun nomor postmortem korban yakni 00/liontanjungpriok/006e dan nomor antemortem 180.

“Awalnya ada data antemortem yang dipending kemudian kami kejar. Kami ketemu dengan yang membuat tato dan sudah teridentifikasi,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here