Di Era SBY, Rocky Gerung Mengaku Mengkritik Lebih Keras: Waktu Pak SBY, Kritik Saya Lebih Pedas

0
22 views

Di Era SBY, Rocky Gerung Mengaku Mengkritik Lebih Keras: Waktu Pak SBY, Kritik Saya Lebih Pedas

Majunkri – Rocky Gerung mengaku turut melakukan kritik saat berlangsungnya pemerintahan Presiden keenam RI, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Hal itu disampaikan Rocky Gerung saat tampil di acara E-Talkshow Tv One yang dipandu oleh Wahyu Muryadi, Jumat (9/11/2018).

Rocky mengatakan, ia pernah mengkritik kebijakan SUB tentang Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Bahkan Rocky mengaku mengkritik lebih keras di era pemerintahan SBY dibanding sekarang, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Rocky, BLT di era SBY sarat akan muatan politis.

“Waktu Pak SBY kritik saya lebih pedas sebenarnya, lebih keras,” kata Rocky Gerung.

“BLT dulu saya kasih kritik karena dipergunakan pada saaat ada keperluan politik,” imbuhnya.

Meski demikian, Rocky mengaku tidak pernah mengkritik pribadi seseorang.

Yang ia kritik adalah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

“Tapi itu memang kritk terhadap kebijakan, saya tidak kritik SBY sebagai orang,” kata Rocky.

Dalam kesempatan tersebut, Rocky juga membeberkan alasannya yang gemar melakukan kritik.

Menurutnya, pemerintah memang ditakdirkan untuk dikritik.

Dan kritik itu adalah niscaya dalam politik.

“Pemerintah itu ditakdirkan untuk dikritik,” kata Rocky.

“Karena kekuasan itu cenderung absolut.”

“Oleh karena itu kritik adalah permanen dalam politik.”

“Hakikat kekuasaan harus terus dikritik kalau bisa 27 jam sehari.”

“Dan yang dikritik harus bagaimana?,” tanya Wahyu Muryadi.

“Yang dikritik itu kalau dia gak tahan dikritik ya kupingnya aja di tutup.”

“Bukan menutup mulut orang yang dikritik.”

“Jadi kalau Anda tidak tahan dikritik silahkan tutup kuping, bukan tutup mulut si pengkritik,” kata Rocky.

Hobby debat

Wahyu Muryadi juga menyinggung perihal kebiasaan Rocky yang gemar berdebat.

Menanggapi hal itu, Rocky menyebut jika berdebat hanyalah pertukaran pikiran biasa.

“Debat itu, tukar tambah pikiran saja.”

“Kan hidup kita hanya dihasilkan melalui perdebatan di dalam politik.”

“Tanpa perdebatan tak ada politik.”

“Politik dari awal adalah tukar tambah pikiran.”

“Kalau kita tidak berdebat, maka kita asuransikan nasib politk kita pada orang yang bakal mengatur seluruh hidup Anda dan Anda tidak punya kesempatan untuk menagih dari dia kebaikan sekecil apapun.”

“Maka dia harus didebat terus,” kata Rocky.

Rocky juga mengatakan bahwa perdebatannya selalu berlangsung di wilayah publik.

“Dan debat itu harus berlangsung di wilayah publik.”

“Saya memberi kritik pada kekuasan yang merupakan urusan publik, kalau saya bikin salah itu urusan privat saya, jadi saya memberi kritik pada urusan publik, hanya itu.”

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here